Berita

Pasokan Jagung Melimpah dari Sekotong, 10,5 Ton Jagung Resmi Masuk Gudang Bulog demi Ketahanan Pangan

×

Pasokan Jagung Melimpah dari Sekotong, 10,5 Ton Jagung Resmi Masuk Gudang Bulog demi Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kualitas Jempolan dengan Kadar Air 14 Persen, Petani Sekotong Distribusikan 10,5 Ton Jagung ke Gudang Bulog

LOMBOK BARAT – Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus diperkuat dari tingkat hulu. Pada Senin (20/4/2026), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Beriuk Molah yang berlokasi di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, secara resmi mendistribusikan hasil panen jagung dalam skala besar menuju Gudang Bulog Dasan Cermen, Mataram. Langkah ini diambil sebagai bagian dari sinergi antara petani lokal dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

Proses pengiriman yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA tersebut melibatkan pengangkutan jagung pipilan berkualitas tinggi sebanyak 10 ton 500 kilogram. Distribusi ini menjadi bukti nyata produktivitas lahan pertanian di wilayah Sekotong yang tetap terjaga, sekaligus menunjukkan peran aktif kelompok tani dalam menyuplai kebutuhan pangan nasional melalui jalur resmi pemerintah.

Pengawasan Ketat Distribusi Jagung dari Desa Batu Putih

Kegiatan pendistribusian ini tidak lepas dari pengawalan dan pemantauan pihak Kepolisian guna memastikan keamanan serta kelancaran proses logistik dari titik pemberangkatan hingga ke gudang tujuan. Aparat kepolisian setempat hadir untuk memberikan pendampingan selama proses pemuatan hasil bumi tersebut ke atas armada angkut.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung setiap program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk memastikan hasil panen petani sampai ke Bulog tanpa kendala.

“Kami hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani di Desa Batu Putih, untuk memastikan proses pendistribusian jagung dari UD Karya Sejati milik Poktan Beriuk Molah ini berjalan dengan aman dan lancar. Sebanyak 10,5 ton jagung telah diberangkatkan menggunakan truk bernomor polisi DR 8496 DQ menuju Gudang Bulog Dasan Cermen,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan langsung di lokasi.

Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para petani dan pelaku usaha di sektor pangan. “Pengawasan ini penting agar tidak ada hambatan di jalur distribusi, sehingga serapan gabah maupun jagung oleh Bulog bisa maksimal sesuai dengan target pemerintah,” imbuhnya.

Standar Mutu dan Kriteria Penerimaan di Gudang Bulog

Dalam proses distribusi kali ini, kualitas jagung yang dikirimkan telah melalui tahap sortir yang ketat. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, jagung yang dikirimkan memiliki kadar air tepat di angka 14 persen. Angka ini merupakan ambang batas maksimal yang ditetapkan oleh Bulog untuk memastikan jagung tersebut memiliki daya simpan yang lama dan kualitas yang terjaga selama berada di gudang cadangan.

Ketua Poktan Beriuk Molah, yang turut menyaksikan langsung proses pemuatan, memastikan bahwa seluruh jagung yang dikirim telah memenuhi kriteria teknis. Jagung tersebut dikemas dalam karung dengan berat minimal 70,10 kilogram per karung, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain faktor kebersihan, kadar air menjadi variabel paling krusial dalam transaksi ini.

Iptu I Ketut Suriarta menegaskan bahwa persyaratan masuk ke Bulog memang cukup ketat untuk menjaga kualitas pangan nasional. “Petani harus memahami bahwa jagung harus dalam bentuk pipilan bersih. Jika kadar air melebihi 14 persen, pihak Bulog secara tegas akan mengembalikan atau menolak kiriman tersebut. Hal ini dilakukan demi standar kualitas pangan yang akan dikonsumsi atau disalurkan kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Selain persyaratan fisik, para petani atau pemilik jagung juga diwajibkan memenuhi aspek administrasi. Untuk dapat menyetorkan hasil panen ke Bulog, mereka harus terdaftar secara resmi dengan menyertakan KTP, Buku Rekening BRI untuk proses pembayaran nontunai, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga Pasar

Penyaluran jagung dalam jumlah besar ke Gudang Bulog ini diharapkan mampu memberikan dampak positif ganda. Di satu sisi, pemerintah mendapatkan tambahan stok cadangan pangan yang kuat untuk mengintervensi pasar jika terjadi fluktuasi harga. Di sisi lain, petani mendapatkan kepastian harga jual yang layak melalui skema pembelian pemerintah, sehingga mereka terhindar dari praktik tengkulak yang seringkali merugikan saat musim panen raya.

Distribusi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Polda NTB dalam menjaga kedaulatan pangan. Dengan tersalurnya hasil panen dari pelosok desa seperti Batu Putih ke pusat penyimpanan Bulog, diharapkan ekonomi perdesaan dapat berputar lebih cepat dan kesejahteraan petani di wilayah Sekotong terus meningkat.

Hingga berita ini diturunkan, truk pengangkut jagung dilaporkan telah sampai di Gudang Bulog Dasan Cermen dan sedang menjalani proses verifikasi akhir sebelum dilakukan pembongkaran muatan. Kegiatan berlangsung kondusif dengan pengawasan yang tetap melekat dari instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *